Sebagai penulis dan content creator, duduk berjam-jam di depan laptop sudah menjadi bagian dari keseharian. Awalnya hanya ingin menyelesaikan satu tulisan. Setelah itu, lanjut mengedit artikel, membuat caption, mencari referensi, membuka media sosial, hingga mengecek performa konten.
Tanpa terasa, waktu sudah berlalu berjam-jam.
Lalu mulai muncul rasa tidak nyaman. Mata terasa sepet, seperti ada yang mengganjal. Sesekali terasa perih, panas, atau justru berair. Pandangan pun mulai terasa kurang nyaman karena mata sudah lelah.
Kalau sudah begini, biasanya baru sadar bahwa sejak tadi mata hampir tidak mendapatkan waktu untuk beristirahat.
Buat kamu yang sehari-hari bekerja di depan laptop atau sering menggunakan smartphone, kondisi seperti ini sebaiknya tidak dianggap sepele. Terlebih jika keluhan mata kering dan lelah sering muncul hingga mulai mengganggu aktivitas.
Contents
Kenapa Terlalu Lama di Depan Laptop Bisa Membuat Mata Kering?
Saat sedang fokus membaca atau mengetik, kita cenderung berkedip lebih sedikit. Dalam kondisi normal, seseorang dapat berkedip sekitar 15 kali per menit. Namun, ketika fokus menatap sesuatu dalam waktu lama, terutama layar digital, frekuensi berkedip dapat menurun hingga sekitar 5–7 kali per menit.
Padahal, berkedip merupakan bagian penting untuk menjaga kelembapan permukaan mata. Setiap kali berkedip, lapisan air mata kembali tersebar di permukaan mata sekaligus membantu membersihkan partikel kecil yang mungkin masuk ke mata.
Penurunan frekuensi berkedip inilah yang membuat aktivitas seperti bekerja di depan laptop, membaca, menulis, atau menggunakan smartphone dalam waktu lama dapat membuat mata lebih cepat lelah. Kondisi tersebut dapat semakin terasa ketika mata terus terpapar layar tanpa jeda yang cukup.
Layar seolah tidak pernah benar-benar berhenti. Setelah menyelesaikan pekerjaan di depan laptop, mata kembali menatap smartphone untuk membalas pesan, scrolling media sosial, mencari ide konten, hingga mengecek notifikasi.
Akibatnya, tanpa disadari, mata terus bekerja dalam waktu yang panjang. Keluhan seperti mata kering, lelah, atau tidak nyaman pun dapat muncul, terlebih ketika bekerja di ruangan ber-AC, terpapar hembusan kipas, atau berada di ruangan dengan pencahayaan yang kurang nyaman.
Ketika mengalami kelelahan, mata tidak hanya terasa kering. Mata juga dapat terasa perih, panas, gatal, atau berair. Pada beberapa kondisi, mata bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, mudah silau, atau penglihatan terasa buram.
Pada akhirnya, mata yang sejak pagi bekerja di depan layar mungkin belum benar-benar mendapatkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, memberikan jeda dari layar dan membiasakan diri berkedip secara alami merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kenyamanan mata.
Cara Mengatasi Mata Kering dan Lelah Saat Bekerja di Depan Layar
Mata kering dan lelah setelah berjam-jam bekerja di depan layar dapat diminimalkan dengan beberapa kebiasaan sederhana. Tidak harus mengubah seluruh rutinitas kerja, beberapa penyesuaian kecil dapat membantu mengurangi beban pada mata dan menjaga kenyamanannya selama beraktivitas.
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk membantu menjaga kesehatan mata, terutama bagi penulis dan content creator yang banyak menghabiskan waktu di depan layar.
Terapkan Jeda 20-20-20 Saat Bekerja
Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa dicoba untuk mengurangi ketegangan mata saat bekerja di depan layar adalah menerapkan aturan 20-20-20.
Setelah sekitar 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama kurang lebih 20 detik.
Sederhana, bukan?
Namun, justru kebiasaan sederhana seperti ini yang sering terlupakan ketika sedang fokus menulis, mengedit, atau menyelesaikan pekerjaan.
Cobalah menjadikan jeda sebagai bagian dari rutinitas kerja. Setelah menyelesaikan beberapa paragraf atau satu bagian pekerjaan, berhenti sejenak. Alihkan pandangan ke luar jendela, berdiri dari kursi, minum air putih, atau cukup pejamkan mata selama beberapa saat.
Bukan berarti Anda sedang membuang waktu.Sebaliknya, jeda singkat dapat menjadi kesempatan untuk mengurangi paparan layar dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat.
Jangan Lupa Berkedip
Selain mengatur jeda, perhatikan juga frekuensi berkedip saat bekerja di depan layar. Ketika sedang berkonsentrasi membaca atau mengetik, kita cenderung berkedip lebih jarang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata ke permukaan mata sehingga kelembapan mata tetap terjaga.
Karena itu, sesekali sadari apakah Anda terlalu lama menatap layar tanpa berkedip. Hindari kebiasaan menatap layar secara terus-menerus dan berikan mata kesempatan untuk beristirahat.
Atur Posisi Laptop dan Pencahayaan Ruang Kerja
Selain durasi menatap layar, perhatikan juga posisi laptop dan kondisi ruang kerja. Atur layar pada posisi dan jarak yang nyaman agar Anda tidak perlu terus-menerus menundukkan kepala, mendekatkan wajah, atau menyipitkan mata saat melihat layar.
Pastikan pencahayaan ruangan cukup dan tidak menimbulkan silau atau pantulan pada layar. Jika menggunakan AC atau kipas, hindari mengarahkan hembusan udara langsung ke wajah karena dapat membuat permukaan mata lebih cepat kering.
Pengaturan ruang kerja yang tepat dapat membantu menjaga kenyamanan mata selama bekerja di depan layar.
Jika Mata Terasa Kering, Jangan Dipaksakan
Saat tenggat pekerjaan semakin dekat, rasa lelah pada mata sering kali diabaikan karena pekerjaan masih harus diselesaikan. Padahal, terus menatap layar ketika mata sudah terasa kering, perih, atau lelah dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Jika mulai muncul keluhan, berikan waktu bagi mata untuk beristirahat. Hentikan aktivitas sejenak, alihkan pandangan dari layar, dan pejamkan mata selama beberapa saat sebelum kembali bekerja.
Untuk membantu meredakan gejala mata kering, tetes mata pelumas atau artificial tears dapat menjadi salah satu pilihan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti petunjuk pada kemasan.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Insto Dry Eyes, yang dapat membantu meredakan gejala mata kering. Namun, penggunaan tetes mata tetap perlu disesuaikan dengan kondisi mata dan mengikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
Jika keluhan mata kering sering muncul atau tidak kunjung membaik, jangan mengabaikannya. Kenali kondisi mata dan pilih penanganan yang sesuai dengan kebutuhan.

